Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Kecacatan Berfikir Muslim Awam di Indonesia

Gambar
Oleh : Ahmad Zulkarnain Kebenaran itu sebenarnya adalah suatu hal yang relative dan subjektif, tergantung cara kita mau melihat kebenaran itu dari sudut padang apa (agama, sosial, filsafat, polotik, sains). Mengingat di abad ke-21 sekarang ini, sudah memasuki zaman atau era postmodern yang memang menganut paham relativisme. Jadi ketika berbicara kebenaran tidak bisa hanya dilihat dari satu sudut pandang saja. Semua orang atau kelompok pasti ingin diakui kalau mereka benar, tanpa melihat sudut pandang apa yang digunakan dalam menilai suatu kebenaran, tidak terkecuali umat muslim awam yang ada di Indonesia, mengingat nalar bayani umat muslim di Indonesia yang masih melekat kuat dan tumbuh subur di pikiran dan ingatan mereka. Dan kebenaran atas realitas hanya dilihat dari satu sudut pandang yaitu teks suci atau agama. Seolah-olah agamalah yang paling benar dalam menafsirkan realitas, menjeneralisir kebenaran dari sudut pandang agama, atau tafsir tunggal yang paling benar atas real...

studi Ironis terhadap Idealis

Gambar
_Oleh_: Labud Nahnu Najib Sedari lahir, pertama yang aku kenal adalah ibuku, sebab aroma rahimnya masih tergambar jelas melalui lorong kalbuku, kemudian ayah serta apa yang ada di sekelilingku. Entah kala itu Tuhan apakah hadir menyaksikan sajak kelahiranku. Karena di saat kecil waktu dan jarak sangat mustahil dalam pengetahuanku. Saat ini aku adalah remaja, mengingat masa kecilku menjadikan ingatanku tidak mempercayai akan ceritaku, termasuk cerita ketika aku mengenal ibu dan ayahku. Namun bukankah itu yang dinamakan “keyakinan” ?. Aku menemukan diriku saat ini ternyata tidak sekedar jasmani, karena pernah aku bandingkan dengan kambing. Semakin aku membandingkan, cipta-rasa-karsaku menemukan bahwa pribadiku merupakan suatu kehidupan psikologis rohaniah. Remaja seperti diriku ternyata mampu untuk kritis. Hal itu aku buktikan terhadap diriku sendiri serta apa yang terjangkau oleh inderaku. Aku mulai bertanya, di manakah aku? Aku terpisah dari pribadi-pribadi yang ada, b...

Siapakah yang di bela oleh pihak kepolisian Pemerintah, Masyarakat, Ulama, atau Kapitalis

Gambar
Oleh : Ahmad Zulkarnain Melihat berbagai macam kasus dan isu yang sedang berkembang, baik itu di dunia maya maupun di lingkungan masyarakat, membuat hati penulis serasa terpanggil dan tergugah untuk membuat tulisan sederhana ini yang tujuannya, tentu untuk merefleksikan diri dari setiap individu maupun kolektif, agar bisa menghadapi isu-isu kemanusiaan yang sedang berkembang secara lebih dewasa. Dan terbebas dari ideologi-ideologi yang sudah tertanam di dalam jiwa-jiwa setiap individu, agar dalam menganalisis sebuah masalah dan mengambil sebuah keputusan lebih objektif dan bisa untuk dipertanggung jawabkan. Mengenai kasus yang sedang viral belakangan ini, jagat media sosial di hebohkan dengan tersebarnya screenshot percakapan via whatsapp berkonten pornografi, yang di duga melibatkan pimpinan front pembela islam (fpi) rizieq shihab dengan firza husein. Kasus ini pun semakin mencuak ke publik setelah rizieq shihab yang awalnya menjadi saksi lalu di naikkan setatusnya menja...

Generasi INDONESIA Membaca

Gambar
Oleh : Labud Nahnu Najib Sangat disayangkkan hingga saat ini kita bahkan lupa bahwasannya ada salah satu  media  sempat menampilkan data BPS, yang menyatakan bahwa jumlah rata-rata waktu yang digunakan anak Indonesia dalam menonton televisi adalah 300 menit per hari. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding anak-anak di Australia yang hanya 150 menit per hari dan di Amerika yang hanya 100 menit per hari, apalagi di Kanada yang hanya 60 menit per hari (Republika, 12 September 2015). Sebagai mahasiswa yang merupakan salah satu bagian dari  Indonesia, nampaknya tidak mengusik kenyamanan kita ketika UNESCO mencatat indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, pada setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Masyarakat di Indonesia rata-rata membaca nol sampai satu buku per tahun. Kondisi ini lebih rendah dibandingkan penduduk di negara-negara anggota ASEAN, selain Indonesia, yang membaca dua sampai tiga buku dalam setahun. Angka...

Penerapan Sistem Pemerintahan Islam di Indonesia Sebuah ANUGRAH atau BENCANA

Gambar
Oleh : Ahmad Zulkarnain Melihat berbagai macam fenomena yang terjadi di indonesia dewasa ini, baik itu yang berkaitan dengan sosial, politik, agama maupun sistem pemerintahan yang satiap individu maupun kelompok ingin menjadi yang terdepan dan nomor satu dan mendominasi akan hal tersebut. Perlu di ingat kembali bahwasannya indonesia adalah negara yang majemuk dengan berbagai macam suku, budaya, bahasa, adat-istiadat dan agama. Yang semuanya itu terbinkai menjadi satu dalam bhineka tunggal ika yang  sudah terjalin harmonisasi sekian lama dari masa ke masa. Namun yang menjadi masalah di dalam negara yang majemuk (indonesia) pastilah ada Ras, Suku, maupun Agama yang ingin mendominasi kelompok lain atau yang menjadi mayoritas yang dianut oleh setiap individu maupun kolektif. Dalam sebuah teori sosial modern mengatakan bahwasannya setiap kelompok yang menjadi mayoritas atau kelompok terbanyak biasanya ingin mendominasi kelompok lain dalam segala hal, lalu pertanyaannya kelomp...

Azab bagi IAIN Surakarta Mendatangkan Haidar Bagir

Gambar
Semenjak berencana mengadakan kegiatan bedah buku oleh DEMA IAIN Surakarta yang mengundang Haidar Bagir, kampus tersebut mengalami peristiwa yang sulit atau boleh dikatakan aneh. Tiba-tiba saja, disalah satu gedung terjadi kebakaran tanpa penyebab yang pasti. Hanya sebagian gedung saja yang hangus karena langsung segera datang pemadam kebakaran sehingga tak menimbulkan korban jiwa.  Tak berselang lama setelah peristiwa itu, mahasiswa dihebohkan dengan ditemukannya ular berkepala mirip anjing berkaki dua di belakang kampus. Hewan itu ditemukan secara tak sengaja saat tengah menyantap hasil buruannya. Bahkan kejadian yang terakhir ini satu hari sebelum pelaksanaan acara, air tanah di IAIN Surakarta tiba-tiba berubah, mengeluarkan bau seperti telur busuk, kemungkinan air tanah tersebut telah terkontaminasi belerang, padahal IAIN Surakarta berada jauh dari pegunungan.  Seakan-akan peristiwa demi peristiwa itu memberi pesan bahwa inilah azab bagi kampus yang meng...

Renungan Demonstran di Bulan Ramadhan

Gambar
Oleh : Labud Nahnu Najib Pegiat Literasi di Rumah Baca Srawung (RBS) Solo dan Mahasiswa Mahad Abu Bakar UMS. Apresisi setinggi-tingginya saya haturkan kepada kawan saya, kawan sesama pegiat literasi di Rumah Baca Srawung (RBS) Solo, saudara Syahrul Ramadhan dari kalangan mahasiswa sekaligus petani, yang sempat terbit  karya pemikirannya pada rubik ini, edisi minggu lalu dengan judul yang cukup provokatif yaitu “Meninggalkan Demonstrasi”. Mengapa saya katakan bahwa judul tersebut provikatif? Minimal karena saya pribadi juga ter-provokasi, tergerak untuk membuat tulisan sederhana ini, menyambung dialektika “mimbar mahasiswa” yang begitu menarik. Saya mencatat ada  beberapa kritik tertulis oleh kawan saya yang ditujukan kepada pegiat “demonstrasi” (aksi mahasiswa masa kini) pada edisi minggu lalu. Meski menohok, sebaiknya tidak dianggap sebagai umpatan negative disertai reaksi berlebihan. Saya pribadi menganggap ini sebagai auto-kritik konstruktif untuk kita semua sela...

Generasi millennial

Gambar
Menurut para peneliti sosial, generasi Y atau Millennial ini lahir pada rentang tahun 1980an hingga 2000. Dengan kata lain, generasi millennial ini adalah anak-anak muda yang saat ini berusia antara 15-35 tahun. Berarti aku dan kamu juga bagian dari Millenial. Generasi Millenial memiliki karakteristik yang khas, kita lahir di zaman TV sudah berwarna dan memakai remote, sejak masa sekolah sudah menggunakan handphone, sekarang tiap tahun ganti smartphone dan internet menjadi kebutuhan pokok, berusaha untuk selalu terkoneksi dimanapun, eksistensi sosial ditentukan dari jumlah follower dan like, punya tokoh idola, afeksi pada genre musik dan budaya pop yang sedang hype, ikut latah #hastagini #hastaganu, pray for ini dan anu, dan semua gejala-gejala kekinian yang tak habis-habisnya membuat generasi orang tua kita kebingungan mengikutinya. Namun dibalik itu semua, ada banyak hal negatif yang disoroti oleh generasi-generasi yang lebih tua dari kita. Millennial dinilai cenderung cuek...

Perselingkuhan kapitalisme tahap lanjut dengan positivisme logis

Gambar
Berbeda dengan diskusi-diskusi pada umumnya yang menggunnakan papan tulis, kali ini komunitas filsafat Dianoia menggunakan lantai sebagai alat untuk ber-dialektika. Karena ada kesalahan teknis... Dari beberapa hal yang kami bicarakan dan Berangkat dari mazhab Frank Froud dimana telah terjadi perselingkuhan antara kapitalisme tahap lanjut dg positivisme logis yang secara tidak sadar telah menjadi dogma di masyarakat, bahwasannya kemiskinan, kebodohan dan ketertindasan adalah suatu hal yang alamiah, dan sulit di ubah, padahal itu adalah kesalahan sistem, sistemlah yang menciptakan struktur masyarakat seperti itu, yang terjadi bukan kemiskinan tapi pemiskinan, bukan kebodohan tapi pembodohan bukan ketertindasan tapi penindasan. Seakan-akan semua orang harus di tuntut untuk memiliki cita-cita dan jelas cita" nya pasti "kesuksesan" dan ukuran sukses hanya dengan materi. Dan seorang mahasiswa juga seakan-akan di tuntut setelah lulus harus bekerja, dan kuliah hanya untuk ...

Agama adalah Sains

Gambar
Agama itu adalah sains, mengapa saya bisa mengatakan demekian.? Harus di ingat kembali bahwasannya sains itu terdiri dari 2 bangunan, yg pertama formal sains (sains dasar) dan logika. Dua hal ini lah yang akan membangun sains itu sendiri, misalnya sains dasar 4 * 2 = 8, kok bisa 8 buktinya apa.? Buktinya dari penjumlahan 2+2+2+2 = 8 artinya sains itu berkembang dg dirinya sendiri. Lalu ada natural sains (yg membahas alam) adalagi sosial sains (observasi ke masyarakat) adalagi aplied sains ( sains terapan) contohnya dari sains terapan, hp, laptop, tv, mobil, motor dll itu adalah sains terapan atau teori yang di aplikasikan. Lalu apa hubungannya agama dg sains.? Berikut akan saya coba relasikan antara keduanya, 1. Ketika kita berbicara tuhan yang esa tuhan satu, maka kita telah berbicara formal sains/sains dasar seperti angka" yg sudah tertulis di atas. 2. Ketika berbicara dua air laut yang bertemu tapi tak tercampur yg sudah ada di dalam kitab suci itu sudah termasuk nat...

Dialektika filsafat

Gambar
Seperti biasa IMM komisariat H.M. Misbach kembali menggelar agenda rutinnya di malam minggu yaitu diskusi. Diskusi kali ini mengusung tema yang cukup berbeda dari biasanya. Jika biasanya IMM komisariat H.M. Misbach banyak membahas filsafat Barat dan Islam, tapi di malam minggu kali ini membahas tentang puasa dari perspektif filsafat Jawa. Dan tema yang coba diangkat adalah “Kesatuan cipta-rasa-karsa, prepare puasa tanpa taqwa”. Sebuah tema yang sangat menarik megingat falsafah hidup orang Jawa sudah banyak yang ditinggalkan. Sebagai pemateri kali ini adalah IMMawan Najib D’Kasper. Diskusi kali ini terasa sangat berbeda karena dihadiri juga oleh teman-teman dari Komisariat lain cabang Sukoharjo. Acara dibuka sekitar pukul 20.00 WIB. Dimulai dari IMMawan Zulkarnain selaku Ketua Umum yang membuka acara dan sedikit memberi pengantar menuju ke tema. Dilanjutkan IMMawan Najib sebagai pemateri untuk mencoba membahas tentang puasa dari perspektif filsafat jawa. Banyak yang bertanya-tan...

Menenggelamkan Taqwa, Lorong Kesadaran Jiwa ala jawa

Menenggelamkan Taqwa, Lorong Kesadaran Jiwa ala jawa Sengaja memunculkan istilah “menenggelamkan taqwa” dalam tulisan berikut.  Menenggelamkan taqwa dimaksudkan sebagai upaya muhasabah (perhitungan) diri,  mengakui segala kemunafikan, serta harapan sebagai manusia biasa agar memiliki takaran yang proporsional sebagai modal untuk diakui oleh Sang-Maha, sebagai muttaqien (orang-orang bertaqwa). Terlebih dalam persiapan (prepare) menyambut tamu agung yaitu bulan Ramadhan   شهر الرمضان)).  Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: بني اﻻسﻻم على خمس : شهادة ٲن ﻻ اله اﻻ ٲلله و ٲن محمدا رسولالله، واقام ٲلصﻻة،وايتاء الزكاة، وحخ البيت، وصوم رمضان “Agama Islam dibangun di atas lima hal; Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah Ta’ala dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah Ta’ala, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan.” (Muttafaqun `alaih ). Sedangkan riwayat Muslim berbunyi; “ berpuasa Ramadhan d...

Radikalisme beragama yang salah

Indonesia merupakan negara plural yang memiliki beragam suku, budaya, bahasa, adat istiadat dan agama yang semua itu terbingkai menjadi satu dalam bhineka tunggal ika, namun yang menjadi masalah adalah ketika ada perbedaan pendapat terutama dalam masalah AGAMA dimana setiap orang memiliki tingkat kefanatikan yang berbeda, dan yang radikal inilah yang berbahaya yang berkemungkinan mendominasi terjadinya konflik, masalah suku, ras atau budaya itu menjadi penyebab kesekian kalinya terjadinya konflik, hampir 80% penduduk indonesia adalah muslim, dengan kata lain mayoritas adalah muslim. Dalam teori sosial biasanya kelompok yang mayoritas ingin mendominasi yang minoritas dalam segala hal, bahkan sampai ke ranah negara dan politik. Ingin menerapkan sistem politik yang islami, namun apakah bisa mengingat masyarakat indonesia yang plural dan mudah sekali di provokasi. Radikalisme umat beragama di indonesia inilah yang sebenarnya menjadi masalah besar, dengan mudahnya mengkafirka...

Gerakan IMM dalam mewujudkan akademisi Islam yang mencerahkan

Oleh : Ahmad Zulkarnain Islam adalah agama yang mencerahkan (din at-tanwir), nabi muhammad SAW diutus oleh Allah tentunnya dengan membawa misi yang penting untuk umat manusia yaitu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik hal ini dijelaskan dalam (Qs. Al-baqarah:257). Al-qur'an sebagai hidayah-bayan-furqan dijelaskan dalam (Qs. Al-baqarah: 189), agar setiap manusia mengubah nasib dirinya sendiri dan masa depan dijelaskan dalam (Qs. Ar'ra'du: 11), membebaskan kaum dhu'afa dan mustadafin dijelaskan dalam (Qs. Al-balad:11-16). Dari beberapa ayat diatas dapat disimpulkan bahwa, Allah menunjukkan pesan imperatif bahwa agama islam menawarkan gerakan pencerahan bagi seluruh umat manusia. Berangkat dari muktamar ke-46 di jogjakarta tahun 2010, bahwasannya gerakan pencerahan mulai digelorakan kembali pada muktamar ini sebagaimana terkandung dalam pernyataan pikiran muhammadiyah abad ke-2. Gerakan pencerahan dihadirkan untuk memberikan jawaban atas problem kemanusiaa...

Islamisasi Ilmu Pengetahuan Anugrah atau Bencana

Gambar
Oleh: ahmad zulkarnain Islamisasi ilmu pengetahuan adalah suatu upaya pembebasan pengetahuan dari asumsi-asumsi atau penafsiran-penafsiran barat terhadap realita, dan kemudian menggantikannya dengan pandangan dunia islam. Tetatapi sejauh mana gagasan ini dapat dijalankan dan bener-benar memberikan solusi terhadap krisis masyarakat modern, mungkin sejarahlah yang dapat membuktikannya. Mengislamkan atau melakukan pengkudusan/penyucian terhadap ilmu pengetahuan produk non-muslim (barat) yang selama ini dikembangkan dan dijadikan acuan dalam wacana pengembangan sistem pendidikan islam, agar diperoleh ilmu pengetahuan yang bercorak “khas Islami.” Namun kendati sudah berjalan lebih dari satu dasawarsa hasil konkrit dari upaya ini belum dapat dirasakan, bahkan banyak terjadi kontra dan tantangan akan wacana ini, (Parvez Hoodbhoy: 2006) para pelaku sains islam telah mengarahkan penelitian mereka kepada masalah-masalah yang terletak diluar wilayah sains yang umum misalnya, masa...