Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Plularistik Brightness into The Shine for Organitation

Oleh : Ghulam Mujaddid Dalam dirkusus lama dan panjang lewat jalur tempaan dari ruang sudut ilmu manapun kita adalah sama, yaitu makhluk berilmu dan berpendidikan dengan lintasan dan sirkuit jalur berbeda, dan keragaman latar belakang macam dirkusus ilmu yang berbeda, serta melahirkan kemukaan ide yang berbeda. Menilik subjek dan objek kajian dalam kopdar dan majelis yang kita lewati kita adalah komonitas dari ragam akar serta jalur pembuluh angkut dalam menakar dan berfotosintesis dengang cara berbeda, dalam membuahkan hasil keilmuan serta kemukaan ilmu serta ide yang berbeda, dalam menyikapi hal ikhwal dalam berorganisasi serta ingin pada shaf (barisan) dan tempat duduk (kursi) pada posisi yang kita ingin. Namun di ruang serta waktu kita melewati berbagai macam lenguhan dan desis nafas berdialektika dan bercengkrama dalam cita dan asa berorganisasi yang ingin mewujudkan kelas yang elegan dalam membangun pilar kebersamaan dari kemajemukan lintas Personal Identity (Ide...

KAPITALISASI PENDIDIKAN

Liberalisasi yang menjadi prinsip dasar neoliberalisme tidak hanya berlaku dalam dunia ekonomi, tetapi juga merambah ke bidang pendidikan. Filsafat ekonomi liberalisme merupakan dasar dari ekonomi klasik yang dibangun adam smith  lewat karyanya Wealth of Nation (1776). Filsafat ekonomi liberalisme bertumpu pada tiga keyakinan pertama, kebebasan individu kedua, pemilik pribadi dan ketiga, inisiatif individu serta usaha swasta. Ketiga keyakinan ini memungkinkan untuk direalisasikan jika ada sistem persaingan atau kompetisi bebas dan kompetisi sempurna melalui pasar bebas. Dalam konteks ini peran pemerintah perlu dibatasi dalam mengatur ekonomi agar persaingan dapat terjamin, termasuk didalamnya pengurangan sektor subsidi. Subsidi dianggap tidak sesuai dengan prinsip perdagangan bebas. Liberalism dibidang ekonomi merambah kewilayah pendidikan. Hal ini bisa dilihat dari terbitnya peraturan presiden Republik Indonesia nomer 77 tahun 2007 tentang daftar bidang usaha yang tertutup da...

Post-Sekularisme

Gambar
Oleh: Ahmad Zulkarnain Munculnya post-sekularisme ini merupakan respon atasnya kegagalan sekularisme. Sekularisme yang awalnya dianggap akan memperlemah dan menggantikan peran agama ternyata gagal. Sekularisme hanya membawa pada ketidak pastian mengenai pertanyaan mendasar tentang kodrat kemanusiaan atau tentang asal muasal dan tujuan kosmos hidup manusia. (Peter Berger, 1999).  Sekularisme sendiri awal mulanya berkembang di Barat akibat rasa trauma terhadap zaman kegelapan yang pernah mencengkram Eropa. Ketika itu gereja memaksakan kekuasaannya terhadap masyarakat sipil. Gereja secara sepihak membasmi setiap orang yang bertentangan dan menolak perintah gereja. Orang-orang di zaman itu berpendapat wewenang gereja ini terlampau jauh. Akhirnya masyarakat menginginkan sekularisasi. Absolutisme agama ditentang dan menganjurkan agama untuk dikembalikan kepada individu masing-masing manusia, bukan dibawa-bawa ke tengah ruang publik. Arah kehidupan kemudian tidak didasark...

Menyembah Universalitas

Gambar
Oleh: Ahmad Zulkarnain      Sejarah umat manusia, dari waktu ke waktu selalu mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Bahkan peradaban masa lalu ikut serta dalam membentuk lahirnya peradaban di era sekarang ini. Seharusnya kita sudah bisa bercermin kepada peradaban masa lalu, agar peradaban yang terbentuk sekarang ini, menjadi peradaban yang lebih baik, dengan tidak adanya penindasan, pemiskinan, pembodohan, dan monopoli kebenaran. Namun realitas yang terjadi pada abad sekarang ini ialah, peradaban yang terjebak dengan peradaban masa lalu dengan segala romantismenya, terutama di abad ke-17 dan 18. Perlu diketahui bahwa sejarah peradaban masa lalu, terutama di dunia barat, bagaimana episteme yang berkembang di masyarakat pada saat itu mencoba dipaksakan untuk berlaku bagi semua umat manusia (universal). Pemaksaan, mengabsolutkan, dan meng-universalkan episteme yang berlaku pada saat itu di dunia barat di era peradaban masa lalu yang malah justru membua...