Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Perselingkuhan kapitalisme tahap lanjut dengan positivisme logis

Gambar
Berbeda dengan diskusi-diskusi pada umumnya yang menggunnakan papan tulis, kali ini komunitas filsafat Dianoia menggunakan lantai sebagai alat untuk ber-dialektika. Karena ada kesalahan teknis... Dari beberapa hal yang kami bicarakan dan Berangkat dari mazhab Frank Froud dimana telah terjadi perselingkuhan antara kapitalisme tahap lanjut dg positivisme logis yang secara tidak sadar telah menjadi dogma di masyarakat, bahwasannya kemiskinan, kebodohan dan ketertindasan adalah suatu hal yang alamiah, dan sulit di ubah, padahal itu adalah kesalahan sistem, sistemlah yang menciptakan struktur masyarakat seperti itu, yang terjadi bukan kemiskinan tapi pemiskinan, bukan kebodohan tapi pembodohan bukan ketertindasan tapi penindasan. Seakan-akan semua orang harus di tuntut untuk memiliki cita-cita dan jelas cita" nya pasti "kesuksesan" dan ukuran sukses hanya dengan materi. Dan seorang mahasiswa juga seakan-akan di tuntut setelah lulus harus bekerja, dan kuliah hanya untuk ...

Agama adalah Sains

Gambar
Agama itu adalah sains, mengapa saya bisa mengatakan demekian.? Harus di ingat kembali bahwasannya sains itu terdiri dari 2 bangunan, yg pertama formal sains (sains dasar) dan logika. Dua hal ini lah yang akan membangun sains itu sendiri, misalnya sains dasar 4 * 2 = 8, kok bisa 8 buktinya apa.? Buktinya dari penjumlahan 2+2+2+2 = 8 artinya sains itu berkembang dg dirinya sendiri. Lalu ada natural sains (yg membahas alam) adalagi sosial sains (observasi ke masyarakat) adalagi aplied sains ( sains terapan) contohnya dari sains terapan, hp, laptop, tv, mobil, motor dll itu adalah sains terapan atau teori yang di aplikasikan. Lalu apa hubungannya agama dg sains.? Berikut akan saya coba relasikan antara keduanya, 1. Ketika kita berbicara tuhan yang esa tuhan satu, maka kita telah berbicara formal sains/sains dasar seperti angka" yg sudah tertulis di atas. 2. Ketika berbicara dua air laut yang bertemu tapi tak tercampur yg sudah ada di dalam kitab suci itu sudah termasuk nat...

Dialektika filsafat

Gambar
Seperti biasa IMM komisariat H.M. Misbach kembali menggelar agenda rutinnya di malam minggu yaitu diskusi. Diskusi kali ini mengusung tema yang cukup berbeda dari biasanya. Jika biasanya IMM komisariat H.M. Misbach banyak membahas filsafat Barat dan Islam, tapi di malam minggu kali ini membahas tentang puasa dari perspektif filsafat Jawa. Dan tema yang coba diangkat adalah “Kesatuan cipta-rasa-karsa, prepare puasa tanpa taqwa”. Sebuah tema yang sangat menarik megingat falsafah hidup orang Jawa sudah banyak yang ditinggalkan. Sebagai pemateri kali ini adalah IMMawan Najib D’Kasper. Diskusi kali ini terasa sangat berbeda karena dihadiri juga oleh teman-teman dari Komisariat lain cabang Sukoharjo. Acara dibuka sekitar pukul 20.00 WIB. Dimulai dari IMMawan Zulkarnain selaku Ketua Umum yang membuka acara dan sedikit memberi pengantar menuju ke tema. Dilanjutkan IMMawan Najib sebagai pemateri untuk mencoba membahas tentang puasa dari perspektif filsafat jawa. Banyak yang bertanya-tan...

Menenggelamkan Taqwa, Lorong Kesadaran Jiwa ala jawa

Menenggelamkan Taqwa, Lorong Kesadaran Jiwa ala jawa Sengaja memunculkan istilah “menenggelamkan taqwa” dalam tulisan berikut.  Menenggelamkan taqwa dimaksudkan sebagai upaya muhasabah (perhitungan) diri,  mengakui segala kemunafikan, serta harapan sebagai manusia biasa agar memiliki takaran yang proporsional sebagai modal untuk diakui oleh Sang-Maha, sebagai muttaqien (orang-orang bertaqwa). Terlebih dalam persiapan (prepare) menyambut tamu agung yaitu bulan Ramadhan   شهر الرمضان)).  Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: بني اﻻسﻻم على خمس : شهادة ٲن ﻻ اله اﻻ ٲلله و ٲن محمدا رسولالله، واقام ٲلصﻻة،وايتاء الزكاة، وحخ البيت، وصوم رمضان “Agama Islam dibangun di atas lima hal; Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah Ta’ala dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah Ta’ala, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan.” (Muttafaqun `alaih ). Sedangkan riwayat Muslim berbunyi; “ berpuasa Ramadhan d...

Radikalisme beragama yang salah

Indonesia merupakan negara plural yang memiliki beragam suku, budaya, bahasa, adat istiadat dan agama yang semua itu terbingkai menjadi satu dalam bhineka tunggal ika, namun yang menjadi masalah adalah ketika ada perbedaan pendapat terutama dalam masalah AGAMA dimana setiap orang memiliki tingkat kefanatikan yang berbeda, dan yang radikal inilah yang berbahaya yang berkemungkinan mendominasi terjadinya konflik, masalah suku, ras atau budaya itu menjadi penyebab kesekian kalinya terjadinya konflik, hampir 80% penduduk indonesia adalah muslim, dengan kata lain mayoritas adalah muslim. Dalam teori sosial biasanya kelompok yang mayoritas ingin mendominasi yang minoritas dalam segala hal, bahkan sampai ke ranah negara dan politik. Ingin menerapkan sistem politik yang islami, namun apakah bisa mengingat masyarakat indonesia yang plural dan mudah sekali di provokasi. Radikalisme umat beragama di indonesia inilah yang sebenarnya menjadi masalah besar, dengan mudahnya mengkafirka...

Gerakan IMM dalam mewujudkan akademisi Islam yang mencerahkan

Oleh : Ahmad Zulkarnain Islam adalah agama yang mencerahkan (din at-tanwir), nabi muhammad SAW diutus oleh Allah tentunnya dengan membawa misi yang penting untuk umat manusia yaitu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik hal ini dijelaskan dalam (Qs. Al-baqarah:257). Al-qur'an sebagai hidayah-bayan-furqan dijelaskan dalam (Qs. Al-baqarah: 189), agar setiap manusia mengubah nasib dirinya sendiri dan masa depan dijelaskan dalam (Qs. Ar'ra'du: 11), membebaskan kaum dhu'afa dan mustadafin dijelaskan dalam (Qs. Al-balad:11-16). Dari beberapa ayat diatas dapat disimpulkan bahwa, Allah menunjukkan pesan imperatif bahwa agama islam menawarkan gerakan pencerahan bagi seluruh umat manusia. Berangkat dari muktamar ke-46 di jogjakarta tahun 2010, bahwasannya gerakan pencerahan mulai digelorakan kembali pada muktamar ini sebagaimana terkandung dalam pernyataan pikiran muhammadiyah abad ke-2. Gerakan pencerahan dihadirkan untuk memberikan jawaban atas problem kemanusiaa...

Islamisasi Ilmu Pengetahuan Anugrah atau Bencana

Gambar
Oleh: ahmad zulkarnain Islamisasi ilmu pengetahuan adalah suatu upaya pembebasan pengetahuan dari asumsi-asumsi atau penafsiran-penafsiran barat terhadap realita, dan kemudian menggantikannya dengan pandangan dunia islam. Tetatapi sejauh mana gagasan ini dapat dijalankan dan bener-benar memberikan solusi terhadap krisis masyarakat modern, mungkin sejarahlah yang dapat membuktikannya. Mengislamkan atau melakukan pengkudusan/penyucian terhadap ilmu pengetahuan produk non-muslim (barat) yang selama ini dikembangkan dan dijadikan acuan dalam wacana pengembangan sistem pendidikan islam, agar diperoleh ilmu pengetahuan yang bercorak “khas Islami.” Namun kendati sudah berjalan lebih dari satu dasawarsa hasil konkrit dari upaya ini belum dapat dirasakan, bahkan banyak terjadi kontra dan tantangan akan wacana ini, (Parvez Hoodbhoy: 2006) para pelaku sains islam telah mengarahkan penelitian mereka kepada masalah-masalah yang terletak diluar wilayah sains yang umum misalnya, masa...