Agama adalah Sains


Agama itu adalah sains, mengapa saya bisa mengatakan demekian.?
Harus di ingat kembali bahwasannya sains itu terdiri dari 2 bangunan, yg pertama formal sains (sains dasar) dan logika. Dua hal ini lah yang akan membangun sains itu sendiri, misalnya sains dasar 4 * 2 = 8, kok bisa 8 buktinya apa.? Buktinya dari penjumlahan 2+2+2+2 = 8 artinya sains itu berkembang dg dirinya sendiri. Lalu ada natural sains (yg membahas alam) adalagi sosial sains (observasi ke masyarakat) adalagi aplied sains ( sains terapan) contohnya dari sains terapan, hp, laptop, tv, mobil, motor dll itu adalah sains terapan atau teori yang di aplikasikan. Lalu apa hubungannya agama dg sains.? Berikut akan saya coba relasikan antara keduanya,
1. Ketika kita berbicara tuhan yang esa tuhan satu, maka kita telah berbicara formal sains/sains dasar seperti angka" yg sudah tertulis di atas.
2. Ketika berbicara dua air laut yang bertemu tapi tak tercampur yg sudah ada di dalam kitab suci itu sudah termasuk natural sains/alam.
3. Ketika berbicara mencuri itu berdosa menurut islam yg ada di dalam kitab suci mereka, itu sudah berbicara soaial sains.

Sebenarnya sama saja kan antara agama dan sains, namun yg sedikit membedakannya, agama memiliki akar yaitu akidah, namun sains belum memiliki akar atau belum jelas, sains itu belum dewasa biarlah sains mencari arti dan akarnya terlebih dahulu jangan kita salahkan.

Namun yang menjadi pelajaran disini adalah dan yg membedakan orang sains dan orang agama/agamis, ketika orang sains di kritik/disalahkan mereka malah senang karena itu menjadi sebuah PR yang harus di perbaiki untuk menuju kebenaran. Namun ketika kaum agama di kritik/disalahkan mereka malah marah" dan menimbulkan konflik itu yg perlu kita renungi bersama, bagaimana membangun kebijaksana'an di dalam agama.
Namun ada hal yg konyol yg perlu kita koreksi, ketika orang berbicara ayat suci/teks suci (al-qur'an) mencoba untuk merelasikannya dg sains.? Bagaimana bisa sesuatu yg mutlak benar di samakan dg sains yg kebenarannya masih tentatif belum sepenuhnya benar, mungkin 10, 20 tahun kemudian sains bisa saja salah dg teori" yang baru, namun apakah qur'an akan salah, jadi tidak bisa menyamakan antara yg benar mutlak dg yg tentatif orang goblok itu namanya.

Ditulis oleh : Ahmad Zulkarnain

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Post-Sekularisme

Menyembah Universalitas

KAPITALISASI PENDIDIKAN