Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Post-Sekularisme

Gambar
Oleh: Ahmad Zulkarnain Munculnya post-sekularisme ini merupakan respon atasnya kegagalan sekularisme. Sekularisme yang awalnya dianggap akan memperlemah dan menggantikan peran agama ternyata gagal. Sekularisme hanya membawa pada ketidak pastian mengenai pertanyaan mendasar tentang kodrat kemanusiaan atau tentang asal muasal dan tujuan kosmos hidup manusia. (Peter Berger, 1999).  Sekularisme sendiri awal mulanya berkembang di Barat akibat rasa trauma terhadap zaman kegelapan yang pernah mencengkram Eropa. Ketika itu gereja memaksakan kekuasaannya terhadap masyarakat sipil. Gereja secara sepihak membasmi setiap orang yang bertentangan dan menolak perintah gereja. Orang-orang di zaman itu berpendapat wewenang gereja ini terlampau jauh. Akhirnya masyarakat menginginkan sekularisasi. Absolutisme agama ditentang dan menganjurkan agama untuk dikembalikan kepada individu masing-masing manusia, bukan dibawa-bawa ke tengah ruang publik. Arah kehidupan kemudian tidak didasark...

Menyembah Universalitas

Gambar
Oleh: Ahmad Zulkarnain      Sejarah umat manusia, dari waktu ke waktu selalu mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Bahkan peradaban masa lalu ikut serta dalam membentuk lahirnya peradaban di era sekarang ini. Seharusnya kita sudah bisa bercermin kepada peradaban masa lalu, agar peradaban yang terbentuk sekarang ini, menjadi peradaban yang lebih baik, dengan tidak adanya penindasan, pemiskinan, pembodohan, dan monopoli kebenaran. Namun realitas yang terjadi pada abad sekarang ini ialah, peradaban yang terjebak dengan peradaban masa lalu dengan segala romantismenya, terutama di abad ke-17 dan 18. Perlu diketahui bahwa sejarah peradaban masa lalu, terutama di dunia barat, bagaimana episteme yang berkembang di masyarakat pada saat itu mencoba dipaksakan untuk berlaku bagi semua umat manusia (universal). Pemaksaan, mengabsolutkan, dan meng-universalkan episteme yang berlaku pada saat itu di dunia barat di era peradaban masa lalu yang malah justru membua...